Senin, 13 Juli 2009

Jumat, 29 Mei 2009

Demam Facebook

Wah, udah lama juga nggak ngupdate blog ini, soalnya lagi demam Facebook. rasanya tiap hari tangan ini gak pernah lepas dari Ponsel hanya untuk memperbaharui status di fesbuk atau sekedar ingin tau status teman2 yang lain.

Kamis, 16 April 2009

Hasuko Distro

FOTO PEMILIK










Nama Outlet : Hasuko Distro Pekanbaru
Alamat Sementara : Mall Ciputra Seraya Pekanbaru

Staff : -

Email Staff : -
Owner : -
Email Pemilik : -
Website : -
Blog : 
Jam Buka : Senin-Minggu (10.00 - 22.00)
Pengiriman : Melayani pengiriman untuk Riau , Sumatera Barat .
Target Market : Reseller dan Costumer

FOTO OUTLET















Sabtu, 11 April 2009

Event Pertama : Mall Ciputra Pekanbaru

Tanggal 17 s/d 26 April 2009 ada event Kid Court di Mall Ciputra Pekanbaru, nah dengan modal nekat saya memberanikan diri untuk sewa tempat disana ukuran 2 x 4 M sebesar Rp.3 juta selama 10 hari. Rasanya deg-degan juga membayangkan bagaimana hasilnya nanti. Apakah uang sebesar itu akan menguap seperti asap ataukah sebaliknya

Sebenarnya saya sudah punya pengalaman juga sih untuk event sejenis, tapi itu dulu sewaktu saya masih bekerja di KFTD. Kalau dulu biaya sebesar itu paling-paling dianggarkan untuk biaya promosi. Jadi walaupun tidak ada penjualan, masih bisa dihitung biaya promosi saja.

Rabu, 18 Maret 2009

Tangan Di Atas lebih baik daripada Tangan Di Bawah

Saat saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sekarang, banyak teman – teman di kantor yang terheran-heran dan seperti tidak percaya dengan keputusan ini. Karena selama ini memang tidak ada tanda-tanda saya mau menyatakan keluar dari pekerjaan.

Keputusan itu membuat “ngilu perut” saat didengarkan. Maklum saja, disaat banyak karyawan di kantor yang berharap jadi pegawai tetap, saya yang notabene sudah karyawan tetap dan bekerja selama 8 tahun memutuskan ”keluar” ( bukan mengundurkan diri lho ya.. ). Apalagi lebih banyak lagi orang-orang diluar sana yg masih sibuk nyari kerjaan sebagai karyawan.

Lalu apa alasan saya keluar.? Sederhana saja. Saya merasa tidak sanggup berkontribusi maksimal ke perusahaan disaat saya menjadi Amphibi ( Kerja sekaligus merintis usaha ). Sepertinya berdosa saat waktu kantor dicuri untuk kepentingan pribadi. Hehehe.. itu ’kan alasan sederhana yang klise. Alasan sesungguhnya adalah : Saya merasa Tangan Di Atas lebih baik daripada Tangan Di Bawah.

Dalam komunitas TDA, Tangan Di Bawah Itu identik dengan Karyawan atau Employee, sedangkan Tangan Di Atas adalah Entrepreneur atau pengusaha alias Business Owner dan Investor.

Walaupun hanya pengusaha pisang goreng sekalipun, asal dia yang bertanggungjawab atas usahanya dan tidak menerima gaji dari orang lain, itu bisa dianggap TDA alias Entrepreneur. Oke, itu kecilnya, tapi bukankah usaha ketela goreng Tella Krezz mampu menghasilkan omset Rp.2 Milyar per bulan hanya dari kumpulan gerobak-gerobak ketela goreng kecil.?

Terus, apakah saya seoptimis itu sehingga menjadi alasan yang sangat kuat bagi saya untuk keluar dari pekerjaan.? Tentu saja, saya optimis koq. Tapi kalau anda bertanya kepada saya mengenai estimasi hasil seperti apa yang akan saya capai, terus terang saya tidak mampu untuk menjawabnya. Lha gimana mau menjawab, resign aja baru 2 hari.. hehe..

Tapi seperti Haji Ali bilang dalam pertemuan kami di Bukittinggi, ”Rasulullah bersabda : 90% dari pintu rezeki itu ada di perdagangan. Lalu kenapa kita berebut di yang 10%.? Lagipula kalau kita mengikuti sunah Rasulullah, rugipun kita masih bisa dihitung beruntung Pahala sunah sekaligus belajar supaya besoknya bisa untung.

Selanjutnya Haji Ali berpesan. : ”Kalau kita berusaha dan di Jalan Allah, pasti Allah yg akan menolong kita.” dan saya percaya itu.

Sebentar...sebentar...! Saya sudah membaca pikiran anda.. TDB alias tangan dibawah itu tidak buruk koq dan saya bukan anti TDB, nggak percaya.? Coba baca lagi tulisan saya dari paragraf pertama, apa ada kalau saya bilang TDB seperti itu.?

TDB tentu saja diperlukan, kalau tidak siapa yg akan jadi karyawan kita.? Bagaimana mengatasinya.? Kita kan bisa saja merekrut TDB yang berminat jadi TDA, setelah mereka siap, suruh bikin usaha sendiri, rekrut lagi dan begitu berulang-ulang.
”Tapi bagaimana nanti kalau kita kehabisan TDB.?” Tenang.. ’kan kita bisa merekrut tenaga kerja dari Malaysia, Myanmar, India dll. Jadi tenang sajalah. Semua nanti ada solusinya ’koq.

Bagaimana.? Anda tertarik.?

Kunjungi www.tangandiatas.com

Selasa, 17 Maret 2009

Akhirnya, Resign

Akhirnya hari ini saya resmi mengajukan surat keluar dari KFTD
....

Kamis, 05 Maret 2009

Who Moved My Cheese..?

Sebenarnya dalam satu tahun belakangan, saya sudah berpikir untuk resign dari pekerjaan saat ini. Entah mengapa saya merasa sangat tidak betah dan sering berpikir bahwa tempat saya bekerja ini seperti stasiun keju yang sudah mulai berjamur...
Pasti tau 'kan dengan cerita Who Moved My Cheese.? kalau belum tau, berikut ceritanya :

*******

gak jadi ah.. ntar blog ini kepanjangan.. Kalau mau baca, klik aja Who Moved My Cheese..?

*******

Nah, udah baca.?? Jadi gitu.. Saya merasa bahwa tempat kerja ini kejunya selain mulai berjamur, juga sudah menipis.. Dan awal tahun 2009 merupakan puncak bahwa saya yakin stasiun keju ini benar-benar sudah kosong..

“Semakin cepat kamu meninggalkan Keju Lama, semakin cepat kamu menemukan Keju Baru.”

“Lebih aman mencari Keju di Maze daripada bertahan tinggal di tempat yang sudah jelas tidak ada Kejunya.”

Nikmati Perubahan!
Nikmati setiap petualangan dan cicipi Keju Baru!


Jumat, 27 Februari 2009

Semakin Optimis

Sepertinya saya tidak salah pilih untuk bisnis pertama ini. Selimut yang saya pesan berkualitas sangat tinggi. Setiap orang yang menyentuh, bisa dibilang 90% pasti mengambil atau memesan model atau corak yang di katalog. Apalagi yang 100% acrylic. Kelembutannya tak tertandingi.

Rabu, 25 Februari 2009

Tangan Di Bawah, sebuah batu loncatan menuju Tangan Di Atas

Saat dalam perjuangan menuju TDA, saya menyadari betapa posisi saya saat ini yang masih TDB merupakan sebuah batu pijakan penting untuk menuju TDA. Buat teman-teman yang masih TDB seperti saya, dapat memanfaatkan sisa-sisa waktu terakhir di ranah TDB untuk mereguk ilmu yang pastinya sangat berguna nanti.

Saya ambil contoh.

Saya bekerja saat ini di sebuah BUMN Farmasi terbesar di Indonesia, meskipun hanya lulusan SMF ( Sekolah Menengah Farmasi ) saya sudah pindah - pindah bagian di kantor. Awalnya menjadi Salesman, rotasi jadi Penanggungjawab Gudang, balik ke Salesman, Jadi Supervisor Penjualan Reguler dan Akhirnya dimutasi ke Kota Padang sebagai Staf Tender.

Pengalaman di beberapa bagian yang berbeda membuat saya memiliki pengalaman yang beragam dalam bidang distribusi. Karena umumnya TDA adalah Entrepreneur alias Pengusaha, pengalaman saya sebagai Salesman dan Supervisor Penjualan Reguler menjadikan saya lebih luwes dalam bergaul dan menghadapi pelanggan.

Begitu juga pengalaman menjadi Penanggungjawab gudang membuat saya mengerti mengenai level stok barang. Mengapa ini penting.? Karena untuk menjadi TDA yang dimulai dari bawah, pastinya kita awalnya cukup banyak terlibat mengembangkan usaha sampai usaha kita besar dan bisa kita lepas beroperasi tanpa kita terlalu campur tangan.

Nah, kalau Posisi saya sebagai staf tender membuat saya belajar banyak hal tentang negosiasi dan estimasi.

Jadi buat teman-teman yang saat ini resah ingin menjadi TDA, jangan terlalu larut dalam keresahan itu, tapi optimalkan kesempatan kita saat TDB ini belajar banyak hal. Dan begitu kita siap, Hap.!! Sambar peluang segera menjadi TDA dan segera ajukan surat "Pemajuan Diri" alias Resign.

Apapun yang terjadi, harus disyukuri..!

Selasa, 24 Februari 2009

Sebuah Harapan

"Bang.... Alhamdulillah selimut kita laku semua, dan ada tambahan pesanan dari teman2 Uni (kakak perempuan) di Cendana (Yayasan Pendidikan PT.Chevron).. " Suara Isteri saya diseberang telepon terdengar ceria.

Sejak minggu II Pebruari 2009 Isteri saya memang tinggal di rumah kakaknya di Pekanbaru - Riau. Keputusan ini memang tiba-tiba saja karena selimut jepang yang dibawa ternyata tidak laku banyak, malah yang laku itu yang ada di katalog. Maklumlah, selera kami ternyata jauh berbeda dengan selera pelanggan. Dan model yang dipesan dari katalog terpaksa harus dikirimkan ke Pekanbaru. Jadi Isteri saya menunggu kiriman datang, sementara saya balik ke Padang untuk kembali bekerja seperti biasa.

Telepon isteri saya itu merupakan pesanan ketiga pesanan kami ke Pekanbaru. Ternyata pasar Pekanbaru ( daerah panas ) lebih menjanjikan daripada di Bukittinggi yang notabene adalah daerah dingin. "Mungkin karena tingkat perekonomian Pekanbaru lebih tinggi daripada Bukittinggi" begitu saya menduga-duga. Saya akan memikirkan penjualan secara kredit di Bukittinggi apabila modal sudah agak besar.

Senin, 23 Februari 2009

Big Hip

Akhirnya saya menemukan sebuah titik terang.. Lagi iseng2 ngobrol sama sepupu, saya: Nino , saya diberikan link Pak Hadi untuk jualan Selimut Jepang.. Entah kenapa rasanya kok tertarik banget.

Dengan ragu-ragu saya coba bikin pesanan awal sebesar Rp.2 juta. Duit inipun sebenarnya hutang yang mau dibayarkan ke orang, tapi saya minta tangguh dulu satu bulan lagi, dan Alhamdulillah bisa.

Ini merupakan sebuah lompatan besar karena biasanya saya paling takut untuk memulai sebuah usaha. Apapun bentuknya. Saya lebih nyaman membayangkan menerima gaji bulanan dan tunjangan - tunjangan ini-itu dari kantor

Resah

Setiap hari di kantor terasa siksaan yang mendera otak. Saya tidak habis pikir kenapa ini terjadi. Hirarki di kantor yang sangat kental membuat kita terasa seperti di jaman Foedal Belanda.

Bayangkan.. saat saya menulis pesan via Facebook kepada salah seorang pimpinan / Direktur, seisi kantor bahkan di kantor pusat sampe heboh.. Saya dianggap lancang karena berani-beraninya kirim pesan langsung sama Direktur. Lha Tuhan aja malah nyuruh tiap sebentar digangguin minta ini-itu.

Ini makin membulatkan tekad saya untuk segera Resign.

Rabu, 18 Februari 2009

Penutup...

Ini adalah Blog catatan saya menjadi seorang milyuner, saat ini saya masih di kuadran E dan jiwa saya sangat resah dengan keadaan saat ini. Maklumlah, seorang pegawai dengan gaji pas-pasan memang kurang akrab dengan yang namanya duit.

Duit cuma mampir tiap gajian dan pergi seperti asap mengepul keluar dari kantong..

Berangkat dari hal itu, saya memutuskan untuk menutup kehidupan saya yang menyebalkan ini dan bertekad untuk merubahnya.

Apa yang melatarbelakangi.? terus terang saya terjangkit virus yang membuat saya demam parah setelah saya ikut seminar Purdi E Chandra : Cara Gila Jadi Pengusaha pada tanggal 12 Pebruari 2009.

Blog ini saya buat untuk mencatat perjalanan saya dari seorang kere menjadi seorang Milyuner Indonesia.

Hmmm.. kenapa Milyuner.? kok kayaknya ketinggian gitu ya..??

Saya Jelaskan..

Purdi E Chandra pernah bilang : "Jangan batas-batasi diri kalau bermimpi, toh mimpi nggak bayar.. saya pernah bilang nggak mungkin beli mobil diatas 1 Milyar, sampai sekarang terbukti kalau harga mobil saya tertinggi cuma Rp.999 juta" Nah lho.!

Kan nggak lucu kalau saya tulis blog " Jutawan Indonesia" lalu saya hanya bisa mencapai Rp.999 juta... hehehe