Saat dalam perjuangan menuju TDA, saya menyadari betapa posisi saya saat ini yang masih TDB merupakan sebuah batu pijakan penting untuk menuju TDA. Buat teman-teman yang masih TDB seperti saya, dapat memanfaatkan sisa-sisa waktu terakhir di ranah TDB untuk mereguk ilmu yang pastinya sangat berguna nanti.
Saya ambil contoh.
Saya bekerja saat ini di sebuah BUMN Farmasi terbesar di Indonesia, meskipun hanya lulusan SMF ( Sekolah Menengah Farmasi ) saya sudah pindah - pindah bagian di kantor. Awalnya menjadi Salesman, rotasi jadi Penanggungjawab Gudang, balik ke Salesman, Jadi Supervisor Penjualan Reguler dan Akhirnya dimutasi ke Kota Padang sebagai Staf Tender.
Pengalaman di beberapa bagian yang berbeda membuat saya memiliki pengalaman yang beragam dalam bidang distribusi. Karena umumnya TDA adalah Entrepreneur alias Pengusaha, pengalaman saya sebagai Salesman dan Supervisor Penjualan Reguler menjadikan saya lebih luwes dalam bergaul dan menghadapi pelanggan.
Begitu juga pengalaman menjadi Penanggungjawab gudang membuat saya mengerti mengenai level stok barang. Mengapa ini penting.? Karena untuk menjadi TDA yang dimulai dari bawah, pastinya kita awalnya cukup banyak terlibat mengembangkan usaha sampai usaha kita besar dan bisa kita lepas beroperasi tanpa kita terlalu campur tangan.
Nah, kalau Posisi saya sebagai staf tender membuat saya belajar banyak hal tentang negosiasi dan estimasi.
Jadi buat teman-teman yang saat ini resah ingin menjadi TDA, jangan terlalu larut dalam keresahan itu, tapi optimalkan kesempatan kita saat TDB ini belajar banyak hal. Dan begitu kita siap, Hap.!! Sambar peluang segera menjadi TDA dan segera ajukan surat "Pemajuan Diri" alias Resign.
Apapun yang terjadi, harus disyukuri..!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar