Saat saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sekarang, banyak teman – teman di kantor yang terheran-heran dan seperti tidak percaya dengan keputusan ini. Karena selama ini memang tidak ada tanda-tanda saya mau menyatakan keluar dari pekerjaan.
Keputusan itu membuat “ngilu perut” saat didengarkan. Maklum saja, disaat banyak karyawan di kantor yang berharap jadi pegawai tetap, saya yang notabene sudah karyawan tetap dan bekerja selama 8 tahun memutuskan ”keluar” ( bukan mengundurkan diri lho ya.. ). Apalagi lebih banyak lagi orang-orang diluar sana yg masih sibuk nyari kerjaan sebagai karyawan.
Lalu apa alasan saya keluar.? Sederhana saja. Saya merasa tidak sanggup berkontribusi maksimal ke perusahaan disaat saya menjadi Amphibi ( Kerja sekaligus merintis usaha ). Sepertinya berdosa saat waktu kantor dicuri untuk kepentingan pribadi. Hehehe.. itu ’kan alasan sederhana yang klise. Alasan sesungguhnya adalah : Saya merasa Tangan Di Atas lebih baik daripada Tangan Di Bawah.
Dalam komunitas TDA, Tangan Di Bawah Itu identik dengan Karyawan atau Employee, sedangkan Tangan Di Atas adalah Entrepreneur atau pengusaha alias Business Owner dan Investor.
Walaupun hanya pengusaha pisang goreng sekalipun, asal dia yang bertanggungjawab atas usahanya dan tidak menerima gaji dari orang lain, itu bisa dianggap TDA alias Entrepreneur. Oke, itu kecilnya, tapi bukankah usaha ketela goreng Tella Krezz mampu menghasilkan omset Rp.2 Milyar per bulan hanya dari kumpulan gerobak-gerobak ketela goreng kecil.?
Terus, apakah saya seoptimis itu sehingga menjadi alasan yang sangat kuat bagi saya untuk keluar dari pekerjaan.? Tentu saja, saya optimis koq. Tapi kalau anda bertanya kepada saya mengenai estimasi hasil seperti apa yang akan saya capai, terus terang saya tidak mampu untuk menjawabnya. Lha gimana mau menjawab, resign aja baru 2 hari.. hehe..
Tapi seperti Haji Ali bilang dalam pertemuan kami di Bukittinggi, ”Rasulullah bersabda : 90% dari pintu rezeki itu ada di perdagangan. Lalu kenapa kita berebut di yang 10%.? Lagipula kalau kita mengikuti sunah Rasulullah, rugipun kita masih bisa dihitung beruntung Pahala sunah sekaligus belajar supaya besoknya bisa untung.
Selanjutnya Haji Ali berpesan. : ”Kalau kita berusaha dan di Jalan Allah, pasti Allah yg akan menolong kita.” dan saya percaya itu.
Sebentar...sebentar...! Saya sudah membaca pikiran anda.. TDB alias tangan dibawah itu tidak buruk koq dan saya bukan anti TDB, nggak percaya.? Coba baca lagi tulisan saya dari paragraf pertama, apa ada kalau saya bilang TDB seperti itu.?
TDB tentu saja diperlukan, kalau tidak siapa yg akan jadi karyawan kita.? Bagaimana mengatasinya.? Kita kan bisa saja merekrut TDB yang berminat jadi TDA, setelah mereka siap, suruh bikin usaha sendiri, rekrut lagi dan begitu berulang-ulang.
”Tapi bagaimana nanti kalau kita kehabisan TDB.?” Tenang.. ’kan kita bisa merekrut tenaga kerja dari Malaysia, Myanmar, India dll. Jadi tenang sajalah. Semua nanti ada solusinya ’koq.
Bagaimana.? Anda tertarik.?
Kunjungi www.tangandiatas.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar